AMDAL PLTA PDF

AMDAL. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Environmental Impact PLTA. 26,4. Jawa Tengah. Jelok. PLTA. 20,5. Jawa Tengah. Kedung Ombo. PLTA. Transcript of AMDAL WADUK. add logo here. Penyusun Kelompok 9. LATAR BELAKANG Pembangunan pada sektor pertanian dilakukan oleh. AMDAL. Environmental Impact Planning Document (Analisa. Mengenai Dampak The State-owned electricity company (PT Perusahaan. Listrik Negara). PLTA.

Author: Mazujinn Tutilar
Country: Qatar
Language: English (Spanish)
Genre: Art
Published (Last): 7 May 2012
Pages: 308
PDF File Size: 7.35 Mb
ePub File Size: 6.47 Mb
ISBN: 157-5-63127-922-6
Downloads: 95670
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Bat

AMDAL WADUK by Haikal Hasnain on Prezi

Korupsi bisa dimulai dari pengurusan perizinan, penyiapan kawasan, evaluasi, pengawasan, dan pengendalian. Visited 1 times, 1 visits today.

Tapi, yang harus dilihat, keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, serta sosial yang dibangkitkan dari sumber daya alam, dan biasanya yang sangat diabaikan itu persoalan sosial. Itu saja tidak dijelaskan, saat air ditutup, sumber air untuk masyarakat termasuk untuk areal pertanian dari mana.

Dokumennya dibuat asal, isi analisinya juga normatif semua. Wiratno saat menjadi pembicara dalam seminar pengelolaan Kawasan Ekosistem Leuser dalam upaya menekan laju kerusakan menegaskan,setiap pembangunan, termasuk PLTA harus membuat kajian dampak terhadap masyarakat sekitar dalam Analisis Mengenai Plfa Lingkungan. Menurut Wiratno, masyarakat di sekitar lokasi pembangunan harus yang paling tahu. Di tempat baru nanti mereka mendapatkan apa, tidak ada kejelasan dalam perencanaan pembangunan PLTA Tampur.

  BOURREE IN E MINOR GUITAR PDF

Temuan Ini Ungkap Manusia Maros 2. Mangrove, Harimau, dan Harapan Nyata Masyarakat. Masyarakat yang hadir dalam diskusi juga mengaku, ketika mereka akan direlokasi, mereka tidak tahu akan ditempatkan dimana dan bagaimana prosesnya. Bukan hanya mengancam masyarakat, tapi juga daerah yang akan digenangi PLTA tersebut merupakan habitat satwa dilindungi terancam punah.

Namun, analisis mengenai dampak lingkungan amdal mega proyek tersebut dipertanyakan karena penyusunannya yang terkesan dipaksakan.

Amdal PLTA Tampur Dipaksakan, Relokasi Masyarakat dan Mitigasi Konflik Satwa Diabaikan

Sementara itu, oknum konsultan penyusun amdal berpotensi melakukan pelanggaran dengan meminjam sertifikat kompetensi penyusun untuk membuat amdal, yang bisa jadi tidak sesuai fakta, dan melibatkan masyarakat dalam konsultasi publik yang berpotensi diatur.

Padahal, bendungan yang akan dibangun melebihi meter. Ranger memperlihatkan kerangka gajah yang mati akibat jerat yang dipasang pemburu di Kawasan Ekosistem Leuser, tepatnya di Kota Subulussalam, Aceh. Saat proses perizinan, pelanggaran yang biasa ditemukan sepertimanipulasi peta,pemerasan, tawaran tambahan atau pengurangan luas izin sebagai alat negosiasi,biaya pengesahan dokumen amdal dan Izin Lingkungan, atau adanya konsultan yang sudah ditunjuk pejabat tertentu.

Fadlul menyebutkan, dirinya juga telah meminta kelengkapan dokumen ke perusahaan seperti datahidrologi, ketersediaan air, serta dokumen pendukung lain. Meskipun amdal sudah ada, tapi mengkomunikasikan dampaknya kepada masyarakat sangat penting.

Terkait proyek energi dan sumber daya alam, sambung Hariadi, Aceh merupakan daerah yang menjadi salah satu andalan.

  ANGARAKA STOTRAM IN PDF

Energi Catatan Akhir Tahun: Sampai saat ini, data-data tersebut belum diberikan. Dalam diskusi yang dihadiri pegiat lingkungan dan perwakilan pemerintah ini, Hariadi juga mengungkap temuan tentang korupsi di bidang perizinan.

Bukan persoalan dokumen dan tandatangan saja. Dinas Pengairan Aceh mengaku bingung dengan proyek PLTA Tampur 1 dikarenakan perusahaan tidak melakukan kegiatan seperti yang ditentukan. Dalam dokumen amdal dituliskan, terkait konflik satwa liar hanya akan dilakukan penggiringan. Sementara, bagaimana pembangunan itu dilakukan, kapasitas perhatiannya rendah sekali. Artikel yang diterbitkan oleh Rahmadi R.

Zulfikar meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak mengeluarkan izin pinjam kawasan hutan untuk PLTA Tampur 1, karena dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat cukup besar. Padahal, dokumen amdal disusun, salah satunya untuk menganalisa dampak negatif yang terjadi.

Lalu saat proyek dilaksanakan, disebutkan aliran air sungai akan ditutup. Tapi, tidak disebutkan bagaimana dan kemana penggiringan dilakukan. Akan tetapi, substansinya masih menimbulkan pertanyaan-pertanyaan kritis.

Tanpa melihat dampak dari pembangunan proyek tersebut, baik untuk lingkungan hidup, satwa, maupun masyarakat. Termasuk survei mendalam di lokasi. Contohnya, untuk mengatasi konflik satwa akan dilakukan penggiringan.